Jakarta, PT Telkomsel berminat menyelenggarakan layanan telekomunikasi telepon tetap nirkabel dengan lisensi Fixed Wireless Access (FWA) demi menjangkau pengguna kalangan bawah.
Direktur Utama PT Telkomsel, Kiskenda Suriahardja, mengatakan layanan FWA akan digelar dengan teknologi yang saat ini dipakai. Telkomsel saat ini memakai teknologi GSM dalam menggelar layanan selulernya.
"Kita juga commit memberikan layanan low end melalui fixed wireless access," kata Kiskenda di sela-sela acara silaturahmi Direksi Telkom dengan para pimpinan media nasional di Gedung Grha Citra Caraka, Jakarta, Rabu (13/6/2007).
"Kalau sudah mendapat persetujuan dari pemegang saham, kita juga akan mengajukan lisensi kepada pemerintah," imbuhnya.
Hal itu, menurut Kiskenda, sejalan dengan rencana pemerintah yang akan memberlakukan lisensi penyelenggaraan lisensi akses tunggal (unified access licensing) dalam waktu dekat.
Kiskenda menjelaskan bila pihaknya nanti mendapat lisensi akses tunggal, dari segi bisnis akan menguntungkan Telkomsel, karena perhitungan BHP frekuensinya jauh lebih rendah. Seperti diketahui, perbandingan Biaya Hak Penggunaan (BHP) frekuensi antara FWA dengan seluler ialah 1 berbanding 8.
"Dengan demikian, kalau kita bisa menyelenggarakan FWA otomatis tarif yang dapat dinikmati masyarakat jauh lebih murah," ujar Kiskenda.
Saat ini kepemilikan saham PT Telkomsel dikuasai oleh PT Telkom Tbk sebesar 65 persen, dan Singtel 35 persen.
Target Pelanggan
Kiskenda mengatakan, target pelanggan Telkomsel sampai akhir 2007 diperkirakan bisa dicapai pada kuartal ketiga. Hingga awal Juni jumlah pelanggan Telkomsel telah mencapai 42 juta nomor, naik 7 juta dari posisi akhir 2006. Perusahaan menargetkan pertambahan pelanggan 7-8 juta hingga akhir tahun.
"Kita tidak melakukan revisi target jumlah pelanggan, tapi lebih melakukan peningkatan kualitas layanan," ujarnya.
Dia mengungkap, pangsa pasar Telkomsel pada saat ini berada pada kisaran 56 persen. Dengan asumsi jumlah pelanggan seluler secara industri mencapai 75 juta pelanggan.
Sementara pada 2008 dia memperkirakan pasar akan ramai dengan adanya penambahan layanan jasa internet broadband. Telkomsel menurut Kiskenda, tetap akan menjaga penguasaan pasarnya di atas 50 persen, karena didukung layanan yang sudah mencapai seluruh ibu kota kecamatan.
Pada 2008, tambahan pelanggan baru Telkomsel ditargetkan di atas 9 juta nomor. Industri memperkirakan pada 2010 pelanggan seluler mencapai 110 juta, dan menurutnya dari pertambahan pelanggan yang terjadi 60 persen diantaranya adalah dari Telkomsel.
Untuk layanan 3G, perusahaan mengklaim sudah memiliki 2,3 juta pelanggan sejak layanan tersebut diluncurkan pada Agustus 2006. Kiskenda mengklaim, semua pelanggan 3G aktif menggunakan fasilitas yang ditawarkan.
Kiskenda mengatakan, rata-rata pendapatan dari setiap pengguna (Average revenue per User/ARPU) Telkomsel mencapai Rp 78-80 ribu, turun sekitar 3 persen dari sebelumnya, Rp 82-83 ribu. Sementara ARPU untuk 3G mencapai Rp 70 ribu. |